Senin, 12 Februari 2018

Pengalaman Melamar Kerja di Eye Level

Pejuang pencari loker ternyata masih berlangsung, kali ini dapat tes dan sesi interview dari Eye Level dari Institut Penelitian Pendidikan Daekyo, tempat les khusus Bahasa Inggris dan Matematika untuk anak-anak TK sampai SMP. Ternyata pendiri Eye Level ini sendiri adalah orang Korea yang didirkan oleh Young Joong Kang PhD dan telah diakui sebagai perusahaan pendidikan No.1 di Korea. Ya ya ya, kayaknya Korea memang lagi naik daun banget ya. Saking banyaknya lamaran yang aku kirim, aku sampai enggak ngeh sama tempat les ini hehe. Untuk persyaratan lamarannya cukup unggah file Resume dan isi biodata di jobstreet. Setelah itu tinggal tunggu panggilan alam, eh maksudnya panggilan kerja hehe. Alhamdulillah dapet panggilan tes dan wawancara.

Source: link
 Jenis tes-nya enggak serumit kayak pertama kali aku ngelamar kerja di English First. Kali ini lebih santai dan hanya tes psikologi yang sudah pernah ku diskusikan dulu saat aku masih mahasiswa dengan teman SMA-ku yang sekarang masuk jurusan psikologi (Berterimakasih banget sama temenku satu ini, Alhamdulillah aku lolos tes psikologi ini) . Langsung cus aja tes psikologi kayak gimana sih yang dimaksud.

1. Mengisi lembar form
Source: link
 Hampir sama dengan sebelumnya, mengisi lembar form yang berisi biodata kita, pengalaman kerja, pernah les dimana aja, riwayat pendidikan, anggota keluarga, riwayat kesehatan, gaji yang diharapkan dan masih banyak lagi. Sedikit berbeda dari EF, disini ada tambahan yaitu menjelaskan kelebihan dan kelemahan pelamar miliki dan sifat apa yang dibutuhkan dalam mengajar. Beruntungnya, aku sudah mendalami kepribadianku sendiri dan mengisi dengan sejujur-jujurnya. Walaupun agak sedikit merayu juga sih haha, biarin namanya juga usaha wkwk.

2. Menggambar orang
Source: link
 Disinilah letak kepribadian (mungkin) kita dianalisis. Jadi, aku diberi selembar kertas, kertas depan diisi dengan gambar satu atau dua orang yang sedang melakukan sesuatu. Sedangkan kertas belakang diisi dengan nama, umur, cita-cita, orang itu sedang melakukan apa, kelemahan dan kelebihan. Aku melirik temanku sebelah yang asik menggambar, gambarnya bagus dan rapi sedang menggambar seorang wanita cantik berkerudung sedang mengajar di depan kelas. Oke, menurutku itu terlalu mainstream. Semua pelamar pasti kepikiran seperti itu juga. Aku pun mengambil inisiatif, karena tempat les ini diperuntukkan anak-anak kecil yang terlewat dipikiranku adalah ibuku yang telaten mengajariku saat aku masih kecil. Bahkan aku masih inget bentakan sayangnya karna daya tangkapku yang bisa dibilang lambat daripada anak lain hahahah. Juga, aku adalah penggemar pertama dan kelas berat ibuku. Dengan percaya diri aku menggambar ibuku yang sedang mengajari aku yang masih kanak-kanak. Walaupun enggak sebagus gambar seperti tetangga sebelah, tapi aku tau dan yakin psikolog enggak menilai gambarnya bagus atau tidak. Tapi dari kepribadian dan juga lingkungan yang dituangkan di dalam gambar yang aku buat.

3. Menggambar pohon
Source: link
 Pohon ibarat mendeskripsikan kondisi keluarga. Akar diibaratkan seberapa dalam hubungan kita antara keluarga, buah mendeskripsikan seberapa harmonis hubungan dengan keluarga, bahkan detail ranting dan daun juga diperhitungkan. Saat itu, seperti biasa diberi kertas selembar lagi dengan aturan yang sama. Namun diisi dengan nama pohonnya aja dan pohon itu harus berakar tunggang. Aku pun menggambar pohon mangga dengan akar tunggang yang menancap dalam sampai mendekati ujung kertas, ranting dan daun yang lumayan mendetail hingga mendekati atas kiri kanan ujung kertas dan banyak buah mangga yang siap dipetik. Sehingga gambarku terkesan full dan juga mendeskripsikan hubungan keluarga yang positif.

4. Tes logika
Source: link
Dari berbagai macam tes psikologi yang pernah aku temui, yang paling menyebalkan ya tes logika. Ketika aku harus bertemu dengan deret angka lagi. Kali ini, selain tes deret angka, ada tes sinonim bahasa Indonesia dan Inggris. Awalnya sih mudah tapi makin kebelakang makin susah. Hanya 20 menit waktu diberikan untuk mengerjakan 50 soal tes logika. Dan diisi semampunya aja. Dari 50 soal, sekitar 25 soal aku bisa jawab. Duh kalo ini enggak tau deh ya lolos apa engga wkwk.

5. Wawancara
Source: link
Wawancara kali ini menurutku lucu. Ketika sang pelamar yang harusnya banyak ngomong dan show off kemampuan retorika kita, tapi ini pewawancaranya yang lebih banyak ngomongnya. Wah, aku malah bersyukur jadi enggak grogi hehe. Dan tanpa aku ngomong Korea satu kata pun, dia malah ngomongin pemilik pemuda tampan yang memiliki tempat les ini yang mampir beberapa bulan sekali, dan dia recommend kalau bisa bahasa Korea. Duh mbak, aku cuma bisa ngomong anyyeonghaseyo doang dan lagipula udah kaga bisa ngeliat orang yang lebih tampan selain .... (isi sendiri haha) Menurutku, HRD adalah orang ter-php yang pernah kutemui, kadang juga SKSD. Wajarlah ya, soalnya mereka membawa nama perusahaan dan ingin memberikan kesan positif untuk perusahaan.

Karena ini lamaran kedua, enggak se-grogi yang dulu dan lebih percaya diri juga nyaman dengan diri sendiri. Mungkin karna lebih relax, Alhamdulillah aku dapat kesempatan untuk practical training yeay! Cerita practical training akan berlanjut di posting selanjutnya. Stay tune gaes!
Share:

Minggu, 11 Februari 2018

Go Back to Tidung Island

 Setelah dua tahun kemudian, kesampaian juga sekeluarga jalan-jalan ke Pulau Tidung. Kali ini no minimal budget alias gak berhemat. Alhasil, yang awalnya naik perahu kayu seharga Rp 50.000 diganti dengan kapal Bahari Express seharga Rp 75.000. Soal kenyamanan dan kecepatan memang kapal Bahari Express yang bagus karena di fasilitasi TV,AC, colokan dan kantin. Kapal ini hanya butuh 1,5 jam sampai di pulau Tidung, berbeda dengan kapal kayu yang membutuhkan 2,5-3 jam. Namun, kapal kayu berangkat lebih dahulu jam 7.30, sedangkan kapal yang kami tumpangi berangkat jam 8.15. Lucunya, menurut pengalamanku dua tahun lalu, kapal berangkat jam 7 namun mungkin karena liburan tahun baru jadinya berangkat jam 8. Kami yang sampai di pelabuhan jam setengah tujuh, akhirnya menunggu dengan perut keroncongan karena belum sarapan. Setelah naik kapal, kami mendapatkan seat lantai satu paling depan. Namun, orang tua lebih suka duduk di teras luar lantai dua. yang goyangannya terasa memusingkan saat kapal masih di pelabuhan. Aku dan adik-adikku duduk manis di seat lantai satu, membiarkan ibu dan ayahku berduaan di kapal hahahaha. Tapi itu gak bertahan lama, karena kapal mulai berlayar dan air laut cokelat berubah menjadi kebiru-biruan. Aku kembali ke lantai dua, melihat pemandangan laut dan juga pulau-pulau kecil yang kapal kami lewati. Kami pun berfoto-foto ria di atas kapal sambil makan pop mie dan minum kopi.
Di lantai 2 kapal Bahari Express                 Source: Pribadi

Setelah sampai di pulau Tidung, seperti biasa disuguhi dengan air laut yang biru dan jernih. Entah ada angin apa, tiba-tiba ada bapak-bapak mendekatiku menawarkan homestay di dekat laut dengan harga Rp 300.000 per malam dengan fasilitas 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, AC, TV dan air galon. Cukup terbilang standar untuk harga saat musim liburan. Sangat nyaman tempatnya karena keluar, langsung disuguhi pemandangan laut biru yang tenang, bahkan bisa berenang di laut bersama ikan-ikan lainnya. Kami pun menginap sehari dan sekaligus mengambil paket snorkeling, banana boat, dan donat boat plus foto dengan harga 150.000 per orang. Hmm, sebenarnya agak mahal sih, tapi yaudahlah ya.
Laut depan homestay     Source: Pribadi
Setelah membereskan barang-barang, kami berjalan kaki menuju ke jembatan cinta. Aku kira dekat, ternyata lumayan jauh. Sempat ditawari sepeda tapi ibuku menolak karena males goes sepeda dan akhirnya jami naik bentor becak motor seharga Rp 20.000 sekali jalan. Sesampai di jembatan cinta, kami berjalan lagi menuju ke pulau Tidung kecil. Karena aku udah pernah posting solo backpacker ke Pulau Tidung sebelumnya, tinggal klik aja kenapa kok namanya jembatan cinta. Setelah puas foto-foto, kami kembali ke tempat penginapan untuk beristirahat sebentar sambil menunggu guide kami datang kita. Karena homestay yang terlalu nyaman, kami semua tertidur pulas, kecuali adikku yang laki-laki karena ia khawatir kalau guide-nya datang (ciee guide aja ditungguin, apalagi kamuu hahah).
Source: Pribadi
Akhirnya yang ditunggu datang juga, sekitar jam 3 sore kami berangkat ke spot snorkeling naik kapal dari Jembatan Cinta dan oh my god. Ombaknya bisa dibilang cukup keras. Hidung dan mulutku slalu kemasukan air laut dan rasanya asin dan pedih. Beruntung aku mendapatkan momen pas saat foto bersama dengan ikan-ikan kecil. Sayangnya, foto-foto itu berupa CD dan saat kucoba di PC, CD-nya enggak bisa dikeluarin wkwk. Yasudahlah, nanti dibongkar aja PC-nya. Next, setelah puas snorkeling kami pun lanjut banana boat dan donat. Untuk pertama kalinya kami menaiki banana boat dan juga donat. Donat? Apa itu donat? Jangan pikir donat yang kalian makan ya wkwk. Bukan, itu sejenis kayak banan boat cuma ini bentuknya bulet kayak donat dan lebih seru lagi daripada banana boat. Jadi, kami diputar-putar berkali-kali sampai-sampai donat-nya naik-turun karena kecepatan boat yang lumayan tinggi. Wah seru deh pokoknya.
Pantai di Pulau Tidung Kecil                 Source: Pribadi
 Sekitar jam 5 kami pun kembali ke homestay, namun aku, ibu, dan adikku yang paling kecil keluar lagi. Kalau Jembatan Cinta itu pantai sebelah Timur maka kami menuju pantai sebelah barat untuk menikmati sunset. Kami menyewa motor sehari dengan harga 100.000 ketimbang naik bentor yang bisa bikin kantong jebol. Sampai disana, pantainya hmm bisa dibilang masih bagus di pantai dekat jembatan Cinta ya. Tapi lumayan buat foto-foto sunset. Sambil menunggu sunset kami pun bermain di taman bermain buatan Pak Ahok. Dan tamannya itu keren dan layak banget buat tumbuh kembang anak. Jujur aja, disekitar rumahku udah enggak ada lagi tuh yang namanya taman bermain dan kasian anak-anak jaman sekarang lebih aktif jari-jarinya ketimbang tubuhnya (termasuk aku wkwk). Setelah puas foto-foto sunset, kami pergi cari makan dan jatuh pada pilihan udang haha. Mungkin kalau kalian postingan-postingan sebelumnya pasti udang ini selalu menjadi primadona setiap kali jalan-jalan. Kenapa? Karena rasanya yang gurih dan enak dimakan. Juga, aku mau tau hidangan seafood apa aja di berbagai daerah Indonesia. Setelah membelinya kami langsung ke homestay karena ayah dan adikkku mungkin sudah kelaparan sedari tadi hahaha. Kami pun menikmati makan bersama walaupun udang asam manis-nya sama aja kayak di Jakarta wkwk. Setelah itu tidur lagi wkwk. Jangan tanya kenapa kami slalu melewatkan malam barbeque karena kami terlalu lelah di perjalanan wkwk.
Taman bermain di Pulau Tidung               Source: Pribadi
Pantai sebelah barat            Source: Pribadi
Pagi-paginya kami naik motor menuju Jembatan Cinta lagi untuk berburu sunrise. Di perjalanan kami membeli nasi uduk dambil menikmati sunrise. Yeah kami dapet sunrise-nya sih tapi udah keburu keataas matahirnya alias kesiangan haha. Setelah sarapan kami jalan-jalan lagi kali ini ke tempat alun-alun dekat laut. Keren, Saat kaki kami masuk ke dalam laut, kami bisa melihat ikan-ikan kecil berkeliaran di air laut yang jernih. Setelah puas menikmati pemandangan, hanya aku dan adik-adikku kembali ke homestay dengan naik motor, sedangkan ibu dan ayah asik jalan kaki berduaan (yang single mohon bersabar wkwk). Bisa dibilang ini pertama kalinya kami sekeluarga bisa piknik bareng-bareng apalagi bisa sampai nginep dan sejak itu ibuku jadi ingin jalan-jalan sekeluarga lagi. Oke sip deh, aku juga.
Sunrise                 Source: pribadi

Daann disini letak kelucucan terjadi, kami hampir ketinggalan kapal menuju ke Jakarta! Menurut pengalamanku sebelumnya kapal kembali ke Jakarta saat siang hari tapi ternyata kapal Bahari Express berangkat pagi dan kami kehabisan tiket. Terburu-buru kami check out homestay dan menuju ke pelabuhan. Ibuku enggak mau naik kapal kayu dia maunya kapal Bahari Express. Akhirnya setelah tanya sana-sini dengan harga Rp 100.000 per orang, kami dapat kapal Bahari Express versi kecil yang hanya muat 70 orang. Yah setidaknya kami masih bisa pulang ke Jakarta wkwk.

Yah, begitulah pengalaman jalan-jalanku dari solo backpacker ke family trip. Perubahan 2 tahun yang lalu di pulau ini sangatlah berbeda. Kalau dulu pulau ini masih minim pembangunan dan masih banyak tanah lapang tapi kali ini terasa sempit karena banyaknya pembangunan seperti sekolah. Sehingga sifat alaminya terasa kurang dan juga penduduk lokal biasanya ramah-ramah. Next time, semoga bisa jalan-jalan lagi ke pulau yang berbeday Aamiin. Bye bye!
Share:

Nonton dan Download Idol Producer Bahasa Indonesia Sub

Okay guys, hari ini sampai bulan depan aku disibukkan dengan kegiatan volunteer menerjemahkan bahasa inggris ke bahasa Indonesia sekaligus membuat subtitlenya untuk program survival dari China yang lagi populer baru-baru ini. Maklum karena juri-jurinya tampan-tampan dan cantik-cantik hihi. Sebut saja Zhang Yixing atau Lay EXO, Jackson Wang GOT7, Li Ronghao, Cheng Xiao WJSN, Zhou Jieqiong PRISTIN dan MC Jin. Gimana? Keren abis kan haha. Trainee-nya juga enggak kalah tampan dan berbakatnya. Penasaran? Makannya nonton dong. Oh ya, Idol Producer tayang setiap hari Jum'at jam 8 malam waktu Beijing, China.
Source: link
Awalnya sih karena aku fans kelas berat Zhang Yixing dan ga nyangka bakal ngelakuin hal gila gini bareng Unnie @stellapolaris_. Jugaaa, aku punya pengalaman sub yang pernah ku posting sebelumnya untuk teman Taiwan-ku dan kebetulan dia juga awalnya bingung karena durasi videonya yang panjang dan terasa berat kalau dikerjakan sendiri, yaudah ku bantuin dan eh ternyata Unnie lebih cepet nangkep dan lebih cepet nge-sub daripada aku haha. Daann ternyata nge-sub juga gampang-gampang susah butuh tenaga dan waktu yang dikorbankan. Terakhir episode 3 dengan durasi 2.5 jam butuh 3-5 hari sampai kurang tidur. Duh ternyata nge-sub enggak semudah mengedipkan mata wkwk. Maka dari itu hargai ya para subber yang mau merelakan tenaga dan waktunya tanpa dibayar untuk kalian semua hehe. Nah, kami punya banyak link dan salah satunya Youtube. Mungkin masih banyak yang belum paham juga gimana sih caranya download videonya di youtube? Okay, I will tell you and just check it out gaess!
Source: Pribadi
Idol Producer Sub Bahasa Indonesia 
Episode 1
Youtube           : https://www.youtube.com/watch?v=iwviOUx4-wE
Facebook         : https://www.facebook.com/idolprodID/
Dailymotion    : http://www.dailymotion.com/ranti-rahimi
Mega               : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 2
Youtube          : https://www.youtube.com/watch?v=Lw9GVD8KHi0
Facebook        : https://www.facebook.com/idolprodID/
Dailymotion   : http://www.dailymotion.com/ranti-rahimi
Mega              : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 3
Youtube        : https://www.youtube.com/watch?v=Mk_fnhsdmrA
Facebook      : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega            : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 4
Youtube       : https://www.youtube.com/watch?v=FYMmrRLCWJk
Facebook     : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega           : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 5
Youtube.      : https://youtu.be/QCzJszQC9DE
Facebook.    : https://m.facebook.com/idolprodID/
Mega           : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 6
Youtube      : https://www.youtube.com/watch?v=LJ7I3tMdDkU
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega          : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 7
Youtube      : https://www.youtube.com/watch?v=RiT6B4a11y8
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega          : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 8
Youtube      : https://www.youtube.com/watch?v=LssbJwkhHlQ
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega          : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 9
Youtube      : https://www.youtube.com/watch?v=O2jCCrz-Awk
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega           : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 10
Youtube      : https://www.youtube.com/watch?v=qwKueuql7Mk
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega           : http://linkshrink.net/7oBdWX

Episode 11
Youtube      https://youtu.be/dvgWi8KxX50
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega           : http://linkshrink.net/7oBdWX


Episode 12
Youtube     : https://www.youtube.com/watch?v=0QvoggIj8kc
Facebook    : https://www.facebook.com/idolprodID/
Mega          : http://linkshrink.net/7oBdWX

Jangan lupa subscribe channel xo ayya dan follow Instagram kami @mytha_zhang dan @stellapolaris_ untuk episode selanjutnya. Terimakasih~~

Cara download video dari Youtube:
1. Klik link Youtube diatas yang kamu inginkan
2. Lalu copy link-nya
3. Buka keepvideo.com atau savefrom.net
4. Paste link yang kamu copy tadi ke box yang tersedia lalu klik tanda panah
5. Tunggu prosesnya selesai sebentar lalu klik download deh

Untuk episode selanjutnya mohon bersabar ya! Update tergantung kapan bahasa Inggris sub-nya keluar dan juga waktu free kita ada apa enggaknya karena kami masih manusia biasa hehe.

The last but not least, terimakasih buat para X'back (Xingmi) dan juga EXO-L yang menyebar luaskan sub ini. Semoga dengan ada sub ini, kalian bisa lebih mengenal dan percaya dengan Yixing, plus bisa kenalan sama dedek dedek trainee yang berbakat dan juga tamvan lol.
Share:

Jumat, 09 Februari 2018

Lampung: Tanah Sumatera Rasa Jawa

Liburan kali ini adalah hadiah setahun lebih perjuanganku menyelesaikan skripsi. Alhamdulillah, walaupun butuh sebulan menunggunya karena menghindari ramainya liburan tahun baru. Aku dan temanku pergi ke tanah Lampung, Sumatera Selatan. Yup, tujuan wisata kali ini full main air laut yang kalau kena di hidung dan mata pedih, tapi tak sepedih cerita cinta kita wkwk. Awalnya kami sebenernya ingin ke Belitung, tapi sayang oh sayang uangku habis kebeli baju wisuda dan segala macem hahahah. Sempet, temenku kecewa enggak jadi ke Belitung, tapi akhirnya dia bahagia juga (Yaiyalah trip kali ini pemandangannya bagus banget). Yup, kami ke jalan-jalan ke Pulau Pahawang, tapiii ternyata enggak cuma Pulau Pahawang aja sih, juga Pulau Pahawang Kecil dan Pulau Kelagian. Okay gaes, tetep simak cerita selanjutnya dibawah ya.

Source: Pribadi
 DAY 1
Hari pertama adalah hari penuh perjuangan. Sekitar jam 07.30 kami berangkat naik Bus Primajasa jurusan Merak. Selama hampir 4 jam kami duduk manis di bus itu diselingi dengan para pengamen yang berbeda-beda dan juga asongan. Lebih parahnya lagi adalah jalanan macet karena malem Jum'at. Dari semua hal yang enggak aku suka naik bus atau mobil adalah macet, enggak bisa nyalip kayak naik motor (emangnya Rossi apa? wkwk). Dengan modal 30 ribu sekali jalan, kami diberi fasilitas bus AC yang nyaman. Karena AC-nya terlalu dingin, bodohnya diriku lupa membawa jaket. Ingetnya aku adalah biasanya cuaca di pulau kecil lebih panas seperti di Pulau Tidung, tapi aku lupa perjalanan malam yang dingin menembus kulitku. Aishh menyebalkan, rasanya dingin tanpa kehangatannya (jaket maksudnya). Jam 11.30 malam, kami sampai di depan pelabuhan Merak dan suasana pelabuhan rame gaes. Pusing liat bis parkir sembarangan di tepi jalan. Kami berdua berkumpul lebih dulu di depan Alfaexpress, menemui tour guide kita: Mas Koko (Sempet chat, manggil nama dia aja, aku kira dia ada keturunan Chinese karena Koko dalam bahasa Mandarin-Indonesia adalah kakak laki-laki. Eh enggak taunya dia orang Indonesia tulen, duh).
 
Setelah berkumpul dan berdoa. kami pun masuk ke pelabuhan Merak. Karena aku pakai jasa trip paket, aku enggak tau berapa harga tiket kapalnya. Saat aku melewati loket, harganya 15 ribu dewasa dan 5 ribu anak. Lucunya, saat aku memasuki kapal Ferry, dikenakan biaya tambahan sebesar 10 - 20 ribu jika mau duduk dengan kursi nyaman atau lesehan. Karena kami berdua terlalu lelah di jalan dan kurang tidur, kami menyewa kamar dengan 2 tempat tidur seharga 100 ribu yang lumayan buat mejemin mata. Tempatnya kecil kayak di film Titanic dengan dinding Vintage dan juga lukisan-lukisan bunga yang mempercantiknya. Daaan disini lagi-lagi aku harus bertarung melawan dingin! AC-nya lebih parah daripada di bus. Untung di dalam kamar ada selimut, badanku bersembunyi dibalik selimut haha. Dengan segala kenorakan kami di dalam kapal Ferry, dimulai dengan suara jangkar yang ditarik tepat di depan kamar kami dan juga goyangan kapalnya. Akhirnya kami pun tertidur sepanjang perjalanan di kapal selama hampir 3 jam.

DAY 2
Tiba-tiba aku membuka kedua mataku. Jam berapa ini? Kok kapalnya berhenti bergoyang? Jangan bilang pelabuhan Bakauheni kelewat karena ketiduran. Aku langsung cek jam di hpku, waktu menunjukkan jam sekitar 2.45 Harap-harap cemas semoga enggak terlewat. Kulihat temanku masih tertidur nyeyak. Tak lama suara pintu di ketuk. Staff kapal memberitahu kita bahwa kapal sudah sampai di Pelabuhan Bakauheni. Alhamdulillah, enggak kelewat wkwk. Eitt, sebelum meninggalkan kapal, foto dikit boleh lah haha.
Di kapal Fery               Source: Pribadi
Taadaaa! Selamat datang di Pulau Sumatera. Kami pun di sambut meriah dengan hujan deras yang cuma lewat. Kami pun masuk ke bus mini travel menuju ke Dermaga Ketapang. Perjalanan memakan waktu sekitar 5 jam, rasanya nyaris seperti pulang kampung. Sampai di Dermaga Ketapang, kami sarapan nasi uduk terlebih dahulu, lalu mengambil alat snokeling dan kaki katak. Kami pun berangkat naik kapal kayu menuju spot snorkeling Tanjung Putus, Didalam laut sana, ada tulisan Selamat Datang ditemani dengan ikan-ikan garis-garis biru kecil yang mirip di Pulau Tidung. Sayang, kondisi tubuhku enggak fit hari itu karena angin malam dan kurang tidur juga. Aku pun kembali ke perahu, dan apa yang aku khawatirkan terjadi juga yaitu mabuk laut untuk pertama kalinya. Rasanya pengen cepet-cepet ke homestay hahah, payah. Gara-gara mabuk laut, aku melewatkan sesi foto underwater disana, sedih.

Dermaga Ketapang             Source: Pribadi
Spot Snorkeling              Source :Pribadi
Next, kami pun ke homestay yang bertempat di Pulau Pahawang Besar. Disana orangnya ramah-ramah dan terasa sekali saling gotong royongnya. Yang bikin aku takjub adalah sepertinya daerah Lampung, membuat produksi air mineral sendiri dan enggak kalah segarnya dengan produk *qua. Juga, pasokan listrik mereka memakai mesin diesel. Wah, mereka mandiri ya! 

Waktu istirahat hanya beberapa jam. Bukannya tidur sebentar, temanku mlah ngajak keluar, foto-foto di bibir pantai. Benar-benar temanku yang satu ini energinya enggak habis-habis. Akupun pasrah sajalah, toh disini cuma 2 hari harus bisa mengabadikan momen sebanyak-banyaknya. 

Pantai di Pulau Pahawang Besar            Source: Pribadi

Pantai di Pulau Pahawang Besar                Source:Pribadi
 Dan selanjutnya kami ke Rumah Nemo. Semangat 45, aku kembali snorkeling! Kali ini badanku bisa diajak kompromi haha. Dengan bantuan guide, aku ditarik masuk dibawah laut agak dalam untuk sesi foto bersama Nemo. Hanya beberapa detik aku bisa bertahan nafas, karena tak terbiasa. Seperti ada tekanan di dalam kepalaku. Setelah selesai foto underwater, kami pun berkeliling mengitari rumah Nemo. Disana aku bisa melihat terumbu karang yang disusun dengan rapi seperti sawah, ada juga rumah nemo yang persis seperti di film Finding Nemo. Bahkan temanku melihat ada Dorry. Duh semoga aku masuk dalam film Finding Nemo kali ini wkwk. Sayangnya, saat berbagai macam ikan berkumpul di satu spot, kacamataku terlalu buram karena embun plus mata minusku. Aku cuma bisa lihat segerombolan ikan mondar-mandir di depanku dan itu keren.
Snorkeling di Rumah Nemo            Source: Pribadi
Setelah puas snorkeling, kami pun ke Pulau Pahawang Kecil dan Oh My God! Pasir Putihnya halus banget, ini mirip dengan Pantai Pandawa, Bali. Bagusnya lagi, laut seperti terbelah menjadi dua, membentuk jalan dari pulau satu ke pulau lainnya. Kami pun menikmati mengabadikannya dengan foto-foto. Ada hal yang menarik disni, yaitu ada dua kepiting warnanya berkilau mirip sekali dengan pasir putih dan mereka saling bertindihan. Kami pun berteriak karena dekat dengan kaki kami, kepitingnya pun langsung bubar dan bersembunyi di timbunan pasir putih wkwk.
Pahawang Kecil        Source: Pribadi
Pas Maghrib, kami pun kembali ke homestay. Yang lain pada barbque-an cuma aku dan temanku yang tidur dari isya sampai esoknya. Teman-teman travel lainnya enggak tega membangunkan kami karena kami tertidur nyenyak haha. Seneng banget teman-teman travel kami sangat baik-baik, ramah, dan saling bantu, bahagianya kami terlihat paling muda disini hehe.

DAY 3
Sekitar jam 4.30 pagi kami sholat dan mandi, ingin mengejar sunrise. Sayang sekali, cuaca mendung jadinya enggak begitu kelihatan. Setelah puas foto-foto, kami kembali ke homestay untuk sarapan dan packing bawaan kami. Ternyataaa,, bawaannya tambah berat karena pakaian kemarin belum terlalu kering. Tambah kuruslah ni badan wkwk.

Perjalanan pulang lagi-lagi diantar dengan kapal kayu. Sebelum sampai ke Dermaga Ketapang, kami mampir ke Cukuh Bedil, tempat dimana candi-candi terletah dibawah laut. Namun sayang, terlalu banyak ubur-ubur disana sehingga kami lanjut ke Gosong Bekri dimana banyak terumbu kerang disana. Tapiiii, kami enggak ikutan snorkeling disana karena persiapan untuk perjalanan yang panjang wkwk. Next, wisata terakhir kami: Pulau Kelagian Kecil. Ini adalah pulau dan pantai tercantik yang pernah kukunjungi. Variasi warna putih pasirnya, biru muda dan biru tua sangat pas dan dikelilingi bukit-bukit gunung tinggi disekitarnya. Pemandangan yang luar biasa, aku makin jatuh cinta dengan Indonesia karna keindahan alamnya.
Pantai diPulau Kelagian                       Source: Pribadi
 Finally, kami pun kembali melanjutkan ke Dermaga Ketapang dan pulang ke Jakarta. Hmm, bagus sih dan seru tapiii kurang lama! Yahh, namanya juga anak muda yang penasaran tentang banyak hal, mau lelah kayak apapun pasti enggak kerasa, eh ujung-ujungnya badan berasa remuk wkwk. But, it's worth it loh! Nambah pengalaman.  Sayangnya di Pulau Pahawang, aku enggak bisa mencoba masakan udang atau cumi laut khas sana karena memang enggak tersedia disana. Aku harus mampir ke Bandar Lampung yang enggak mungkin karna aku pakai jasa travel. Yasudahlah, tak apa mungkin lain kali kalau ada kesempatan lagi.

Saat perjalanan pulang, aku baru tersadar. Ternyata pulau Sumatera benar-benar dipenuhi dengan bukit-bukit tinggi di saat perjalanan ke Pelabuhan Bakauheni. Bahkan di samping tebing, ada lautnya. Berbeda sekali dengan jalan utara pulau Jawa yang rata-rata lebih landai dan bukitnya tak sebanyak di Sumatera. Jika di Pulau Bali terasa kental sekali budaya dan agamanya, kalau di Pulau Sumatera terasa sekali orang Jawa atau Sundanya. Aku pernah membaca satu artikel tentang Lampung yang kukira ada di Kalimantan (wkwk), bahwa Lampung kehilangan identitasnya dimana orang Jawa lebih banyak tinggal di Lampung ketimbang warga aslinya. Layaknya seperti Jakarta yang kehilangan Betawinya. Padahal aku penasaran bentuk rupa mereka seperti apa? Putih ga ya kulitnya? dan bahasanya seperti apa? Bagaimana dengan masakannya? Wah sayang sekali, untuk soal budaya disana kurang dapet ya. 

Okay, sampai disini cerita travellingku. Semoga, next time bisa lanjutin lagi dengan cerita seru lainnya yang tentu dengan tempat berbedaa. Yeah, aku harap aku bisa menemui pantai, laut dan pulau kecil lagi. Aku suka travelling di laut karna udang dan cumi-cumi tinggal disana wkwk. Dan semakin sering aku mengunjungi berbagai pulau, semakin aku suka dengan Indonesia yang keindahan alamnya semakin mempesona.
Share:

Sabtu, 13 Januari 2018

Review: Ingin Mahir Bahasa Inggris tapi cuma punya Kuota? Stalker Daily Blogger Pro yuk!

Source: link
Tahun sudah berganti, resolusi masih itu-itu aja sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu: "Aku harus bisa bahasa Inggris." Berbagai cara ingin dilakukan, misalnya ingin les bahasa Inggris tapi mahal, atau waktu luang untuk les terlalu sempit karena sibuk kerja, atau males keluar rumah karena Jakarta keseringan macet. Alhasil, cuma bisa duduk manis (atau tiduran) sambil cengar-cengir sendiri di depan HP. Daripada entar dibilang gila karena keseringan senyum-senyum ga jelas, mendingan baca Dailly Blogger Pro yuk! Konten blog bahasa Inggris yang mudah dipahami, ringkas, menarik dan kreatif ini bisa menambah wawasan kalian sekaligus berkarya loh! Dengan modal kuota doang, kalian bisa mengakses seluruh konten yang ada di dalam blog. Blog ini sangat dianjurkan bagi kalian yang masih pemula. Enggak percaya? Nih sneak peak-nya!

1. Grammar
 
Source: link

Masalah klise yang selalu dikeluhkan oleh orang yang bahasa Inggris adalah grammar. Kebanyakan dari mereka adalah menghapal grammar sampai botak dan cara itu terbukti kurang efektif! Di Daily Blogger Pro, kita diperkenalkan dengan tata bahasa Inggris terlebih dahulu seperti noun (kata benda), verb (kata kerja), dan masih banyak lagi. Setelah itu, baru mengenal tenses, modals, dan lain sebagianya. Susah? Enggak kok, konten ini gampang banget dipahami, mudah diingat dan enak dibaca untuk pemula.

2. Daily Expression
Source: link

Mungkin yang materi ini paling mudah daripada materi yang lain. Tak hanya sekedar daily expression satu arah, Blog ini juga justru menampilkan dua arah yang berarti dalam sebuah percakapan ada timbal-baliknya, misalnya: Cara menawarkan bantuan dalam Bahasa Inggris, maka di konten itu pula kita diajarkan cara menerima dan menolak bantuan juga.

3. Vocabulary
Source: link

Enggak seperti blog lainnya, Daily Blogger Pro mempunyai cara tersendiri dalam menyampaikan kosa kata atau vocabulary bahasa Inggris dengan cara menyuguhkan tema-tema yang unik dan sering dipakai sehari-sehari seperti nama-nama jurusan kuliah, nama benda di kamar tidur, nama-nama benda dan orang di sekolah, dan masih banyak lagi. 

4. Debate
Source: link

Sudah belajar grammar, daily expression dan vocabulary. Hmm kurang afdol rasanya, jika belum show off bahasa Inggris di depan banyak orang.  Tapi gimana caranya ya? Yup, salah satu caranya adalah ikut debate. Manfaatnya adalah selain mengasah kemampuan speaking, pikiran kamu menjadi terbuka dalam menyikapi perbedaan sudut pandang yang berbeda dalam suatu masalah, dan juga kamu makin percaya diri karena sering terlatih berbicara di depan banyak orang. Oiya, beruntungnya penulis Daily Blogger Pro ini adalah pendiri debate di salah satu kampus Jakarta loh! Kamu bisa belajar banyak hal, misalnya menjadi debater yang baik.

5. Lomba
Source: link

Nah, yang membuat Daily Blogger Pro terlihat berbeda dari yang lain adalah kamu bisa berkarya, mengasah kemampuan bahasa Inggrismu dengan mengikuti lomba debate atau tulisan kamu dengan lomba blog. Disitu, banyak informasi lengkap dan update seputar lomba blog dan debate di setiap bulan. So, what are you waiting for? Just stalk the blog!

Okay untuk kata-kata mutiara yang terakhir adalah Happy Birthday to Daily Blogger Pro yang ke lima tahun! Semoga sukses selalu agar dapat terus berkarya dan ilmu yang diberikan terus bermanfaat Aamiin!
Share:

Senin, 25 Desember 2017

Pengalaman menjadi Subtitle Editor

Di sela-sela kesibukanku, teman kenalanku dari Taiwan bertanya kepadaku berapa bayaran yang pantas untuk Subtitle Editor atau orang yang membuat dan mengedit subtitle. Karena ia ingin sekali belajar bahasa Indonesia, bahkan ia sudah menonton film Habibie dan Ainun. Tapi sayangnya, DVD yang ia beli subtitle-nya Bahasa Inggris. Dari film itulah, ia ingin belajar Bahasa Indonesia lebih alami Ia menawarkan 500 Taiwan Dollar setiap film. Tanpa basa-basi aku langsung mengambil kesempatan itu, lumayan pengalaman. Akhirnya kami pun sepakat, dan ia mengirimku uang 1000 TWD untuk 2 film. Tugasku? gampang banget yaitu hanya mengubah subtitle bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sesuai apa yang orang-orang di dalam film itu ucapkan dan menggabungkan dua subtitle (bahasa inggris dan indonesia) dalam satu film.

Walaupun sekilas tampak mudah, ternyata tantangan ini cukup membuatku memutar otak, seperti:
1. Subtitle bahasa Inggris, apalagi bahasa Indonesia di beberapa film Indonesia jarang sekali di temukan 
2. Walaupun ketemu subtitlenya, waktu subtitle-nya muncul tidak pas dengan filmnya.
3.Menggabungkan atau menampilkan subtitle bahasa Inggris dan Indonesia dalam satu film.

Setiap tantangan atau masalah selalu ada solusi, satu per satu aku menyelsaikannya dengan modal googling, baca blog sana-sini dan aplikasi. Dan hasilnya ada empat langkah yaitu:
1. Download subtitle di subscene
2. Notepad
3. Google translate
4. Aplikasi Subtitle Edit

1. Download subtitle dari subscene
Mencari subtitle baik bahasa Inggris ataupun Indonesia untung-untungan sih. Dan kebetulan hanya ada dua subtitle Inggris di film Habibie Ainun dan dua-duanya tidak pas munculnya. Untuk sementara kusampingkan itu dahulu dan lebih fokus membuat subtitle bahasa Indonesia.
Subscene
2. Notepad
Buka subtitle Inggris yang sudah di dwonload dengan cara klik kanan --> open with --> notepad
Setelah terbuka, tekan ctrl+A dan copy. Buka notepad baru dan tekan ctrl+V. Lalu ubah kalimat bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.
Notepad: Subtitle Inggris
3. Google translate
Cara termudah dalam menerjemahkan subtitle Inggris ke Indonesia adalah menggunakan google translate. Eits, tapi ini cuma optional alias enggak wajib karena terkadang hasil terjemahan bahasa Inggris ke Indonesia enggak akurat. Namun keuntungannya adalah ketika ada beberapa kalimat yang sama dengan dialog yang diucapkan, tak perlu diketik ulang. Kalian tinggal copy subs Inggris lalu paste di google translate. Copy lagi ke notepad yang baru. Setelah itu tekan ctrl+H, ubah bentuk -> ke bentuk --> lalu klik replace all.
Google translate
Notepad: Subtitle Indonesia
4.Pakai applikasi Subtitle edit
Mau yang praktis dan anti ribet? download aja subtitle edit. Kalian ga perlu buka notepad ataupun google translate. Di dalam aplikasi ini, kalian bisa leluasa menjadi subtitle editor sesungguhnya (bukan endorse ya haha). Selain bisa mengubah durasi subs dan juga menerjemahkan, kalian juga bisa mengatur waktu muncul subs tersebut jika tidak pas dengan filmnya. Dan masih banyak lagi fitur-fitur menarik lainnya yang bisa dicoba.
Aplikasi Subtitle Edit

Ternyata tantangan enggak berhernti disitu, temanku meminta subtitle Inggris dan dengan subtitle Indonesia muncul disaat bersamaan saat film ditayangkan. Setelah googling, solusinya adalah mampir di website ini. Kalian tinggal memasukkan subs Inggris di Top atau Bottom dan begitu juga subs Indonesia. Kalian bisa memilih bentuk tulisan, ukuran tulisan, dan warna tulisan. Setelah selesai, klik submit query. Kotak download akan muncul secara otomatis.
Website 2srt2ass
Begitulah ceritaku menjadi subtitle editor dadakan. Lumayan menambah pengalaman dan relasi sekaligus uang jajan hehe. Dan yang paling terpenting bisa bertemu dengan temanku yang dari Taiwan itu sekedar berbicara langsung dengannya saat ia ke Jakarta nanti.

Note: Jangan berharap banyak jika tujuanmu berkenalan dengan orang asing karena menginginkan uang, tapi berharaplah semoga berkenalan dengan mereka bisa menjadikan dirimu pribadi lebih bersyukur hidup di Indonesia ini yang mungkin masih tertinggal jauh daripada negara lain. Karena bagi sebagian orang asing, kita termasuk beruntung menjadi orang Indonesia karena kekayaan alam dan budayanya juga orangnya yang murah senyum, ramah, dan yang paling utama adalah beragama.
Share:

Selasa, 12 Desember 2017

Pengalaman Melamar Kerja di English First

Hello guys, maaf banget udah lama enggak nge-blog. Maklum rintangan-rintangan para mahasiswa tingkat akhir yang enggak berhenti-berhenti ya (Baca: Skripsweet) dan juga jadwal ngajar yang cukup padat sehingga blog ini terbengkalai. It's okay, so let's begin with new chapter.

Sumber: link
Jadi, kali ini aku mau cerita tentang pengalaman pertamaku melamar kerja di English First. Awalnya, aku menemukannya di aplikasi jobs.id dan juga jobsdb.com (Aku sarankan jobsdb.com karena lebih spesifik kategorinya dan layout websitenya jelas dan enak dilihat). Lalu, alasanku melamar English First itu karena:
1. Native speaker (penutur asli): siapa sih yang enggak mau bisa fasih dan ngobrol pakai bahasa Inggris? Salah satunya adalah bicara dengan native speaker atau penutur asli. Dengan begitu, mau engga mau kita harus ngomong bahasa Inggris kan? Secara langsung, kita bisa mengasah kemampuan speaking skill kita.
2. Relasi: Ibarat menyelam sambil minum air. Setelah cas cis cus sana-sini, pasti dapet dong tuh yang namanya relasi. Dan bagusnya lagi, relasi engga cuma lokal aja tapi juga manca negara. Setelah baca beberapa blog lain, English First ini mendatangkan guru dari UK, Amerika, Kanada dan masih banyak lagi.
3. Penerapan teori mengajar: bagi kalian yang kuliah di pendidikan, pasti kalian dapet dong yang namanya tuh macem-macem cara pengajaran. Nah, kalau di kampus teorinya, kalau di EF simulasinya secara real.
4. Mencari pengalaman: jiwa-jiwa muda hanya datang sekali seumur hidup. Maka carilah pengalaman baru dan unik sebanyak-banyaknya, kawan hehe.

Karena merasa cocok, akhirnya aku memutuskan untuk melamar English First di Tebet via email. Dokumen lamaran yang diperlukan:
1. Cover Letter
2. CV
3. Foto terbaru
4. Transkrip Nilai
5. KTP
6. Skor IELTS/TOEFL (jika ada)
7. Sertifikat berprestasi (jika ada)

Esoknya, Alhamdulillah dapet panggilan untuk tes di Tangerang jam 10 pagi. Sayangnya, karena sibuk mengurus sidang skripsi, aku baru membacanya jam 10 pagi itu juga. Jangan tanya rasanya gimana, ketika pekerjaan yang kalian idam-idamkan, tes kerja aja kelewat. Alhasil, setelah berdiskusi dengan ibu dan sahabatku, akhirnya aku memberanikan diri untuk membalas email yang berisi meminta kesempatan tes lagi di ke eseokan harinya. Dan di hari itu juga pihak EF memberikan kesempatan itu. Alhamdulillah.

Hampir semalaman, aku membaca jenis-jenis tes yang akan diuji di EF. Bahkan, aku hanya bisa tidur 3 jam dan paginya lanjut membaca lagi. Karena baru pertama kali, aku hampir lupa mempersiapkan berkas-berkas lamaran dan yang paling parah headset (disuruh bawa untuk tes listening) engga ada dan harus mampir beli. Jam 8 pagi, langsung ke tempat fotokopi dan konter hp. Harap-harap cemas, takut terlambat karena jarak rumah (Jakarta Timur) ke Tangerang memakan waktu sekitar 1 jam tanpa macet. Setelah pesan grab car, akhirnya mobil datang dan berangkat sekitar jam 8.45 pagi. Di perjalanan, aku berusaha mengurangi tekanan dan kecemasanku dengan cara mengobrol dengan supir grab yang terlihat sudah paruh baya. Tak terasa karena asik mengobrol, jam 9.30 sudah sampai tujuan. Alhamdulillah, enggak telat.

Saat sampai tujuan, ruangan masih sepi. Baru beberapa orang yang datang dan mereka juga satu lift denganku. Hanya ada satu perempuan dan dua laki-laki saat itu. Aku duduk di bangku yang sama dengan perempuan itu dan ada satu laki-laki yang tiba-tiba datang duduk di antara kami. Kami sibuk memainkan gawai kami. Enggak ada satupun yang bicara, hingga pada akhirnya aku yang memulai pembicaraan karena lagi-lagi ingin mengurangi rasa cemas dan grogi. Laki-laki itu namanya Ka Kevin, dia bekerja sebagai orang yang mengatur dan memerhatikan barang-barang dari luar negeri dan juga dalam negeri. Mendengarkan cerita tentang pekerjaannya yang bisa dibilang aneh dari yang lain membuatku lupa dengan kecemasanku. Dan kebetulan, aku juga lagi memesan barang dari luar negeri (Album Cpop). Eh engga taunya, dia ternyata anak Kpop dan juga K-drama. Makin nyambung dan seru kita ngobrol. Sayangnya, saat kita asik ngobrol, salah satu HRD menyuruh kami masuk ke salah satu ruangan. Kita duduk terpisah karena Ka Kevin melamar sebagai Counselor sedangkan aku sebagai Teacher. Karena berbeda, akhirnya dari awal sampe akhir kita sibuk dengan tes kami masing-masing sampe lupa meminta kontaknya. (padahal lumayan kan, nambah relasi)

Kembali ke cerita utama! Yang pertama, kita disuruh menulis profil kita di lembar form yang telah disediakan. Di form itu juga ditanya tentang keluarga kita, riwayat pekerjaan kita, pertanyan-pertanyaan tentang seputar pengajaran, ekspektasi gaji kita di EF, part time or full time dan cabang pilihan yang kita pilih di EF. Setelah itu, dilanjutkan tes yang real-nya
Tes terbagi menjadi 7 (cukup menguras tenaga dan otak):
1. Tes Gambar
2. Tes Deret Angka
3. Tes Reading
4. Tes Listening
5. Tes Pengajaran
6. Tes RPP
7. Tes Writing

Untuk lebih rincinya seperti dibawah ini:
1.Tes Gambar
Terdapat empat gambar yang berkesinambungan di setiap soal. Disini kalian diminta untuk meneruskan gambar selanjutnya. Kurang lebih soalnya seperti dibawah ini, namun tanpa ada pilihan jawaban.
Sumber: link
2. Tes Deret Angka
Tes yang paling menyebalkan menurutku, karena waktu yang sempit dan soal yang lumayan banyak, kita dituntut bisa menyelesaikan dua deret angka selanjutnya setiap masing-masing soal. Jika jawabannya terbalik maka jawaban dua-duanya salah dan jika dikosongkan maka juga salah. Udah kayak Raisa yang judulnya Serba Salah hehe.

Sumber: link
3. Tes Reading
Siapa yang masih ngeremehin Reading? Kalo ada yang masih ngeremehin, buang jauh-jauh itu. Tes Reading ini jawabannya memang ada sih di teksnya, tapi kalian akan dipertemukan dengan pertanyaan yang menyebalkan, dimana kemampuan tingkat paraphrase kalian diuji. Di tes ini kalian hanya diberi waktu 30 menit yang berisi 4 teks soal yang panjang kayak kereta api dan setiap satu teks berisi 5 soal. Dari 5 soal tersebut, terdapat 4 soal yang meminta kalian memilih dua jawaban yang benar.Tingkat kosa katanya bisa dibilang sedikit diatas IELTS, karena IELTS yang pernah aku pelajari, enggak separah soalnya seperti tes ini.

4. Tes Listening
Tes listening disini agak manusiawi karena rekaman bisa diulang dua kali, tapi lagi-lagi waktu hanya diberikan 30 menit dengan 20 soal. Ada 4 rekaman yang masing-masing berdurasi sekitar 3-8 menit dan setiap rekaman terdapat 5 soal yang lagi lagi kita harus memilih 2 jawaban yang benar.

5. Tes Pengajaran
Isi dari tes pengajaran ini berisi tentang scaffolding, silabus, rpp, dan masih banyak lagi. Bentuk soal berupa pilihan ganda dan menjodohkan. Total keseluruhan tes ini adalah 100 soal.

6. Tes RPP
Disini kalian diminta membuat RPP dengan tema penggunaan 'used to' untuk anak-anak dalam 1 jam kedepan. Kalau kalian punya basic di bidang pendidikan, ini terlihat mudah. Buatlah kegiatan di kelas yang  mengasyikkan, kreatif dan enggak monoton.

7. Tes Writing
Writing adalah salah satu skill yang paling horror dari yang lain. Why? Karena menulis yang bagus dan berbobot enggak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak aspek-aspek yang perlu diperhatikan seperti kosa kata, grammar, konsistensi antara ide dan kalimat pendukung, bagaimana membuat tulisan itu flowing atau berkesinambungan antara paragraf satu dengan yang lainnya, dan masih banyak lagi. Hanya ada satu solusi agar kalian sukses menulis yaitu perbanyak latihan menulis.

Setelah mual di hujani dengan banyak tes, kami menunggu pengumuman yang lolos untuk interview. Alhamdulillah, dari lima orang yang datang melamar kerja, 4 orang lolos. Satu persatu kami pun di interview di dalam ruangan berkaca. Kami bisa melihat betapa juteknya HRD yang menginterview kami. Tiba saatnya aku di interview. Sayangnya, speaking ku tiba-tiba amburadul (berbeda sekali saat aku berbicara dengan staff bule di salah satu universitas Australia). Pertanyaannya seputar apa yang kita tulis di form awal sebelum tes. Aku berusaha menjelaskan apa yang ingin aku sampaikan dan apa yang aku pikirkan terkait dengan apa yang ku tulis. Yang paling berkesan dari interview ini adalah ketika HRD menawariku bekerja part time di kelas anak-anak. Sayangnya, sepertinya aku tidak memenuhi kualifikasi setelah beberapa minggu kemudian. Ya sudahlah, tak masalah. Pengalaman ini akan menjadi tolak ukur dimana kemampuan bahasa Inggris ku sekarang dan ternyata masih sangat sangat sangat jauh dari ekspektasiku. 

Hikmah di balik semua ini? Dapet relasi dong, aku berkenalan dengan tiga laki-laki yang mempunyai background berbeda-beda dan banyak informasi yang aku gali dari mereka. Oiya, salah satu diantara kami ada yang keterima di EF, namanya Ka Rifqi. Wajar sih, tes reading dan listening dia 2 kali lipat lebih tinggi dari kami dan dia juga sudah mengambil tes IELTS sebelumnya. Kontrak kerja per tahun dan full time ngajar. Kalo masalah gaji, engga berani nanya karena menurutku itu informasi pribadi. Mungkin, dari dia aku bisa menemukan gambaran seperti apa sih kerja disana, sambil memperbaiki kekurangan yang aku miliki sekarang.

Ada yang menarik saat aku pulang dari EF, supir grab bilang begini kepadaku "jangan nyari kerja berpenghasilan tetap, tapi tetap berpenghasilan." Aku cuma nyegir setuju, karena secara engga langsung itu membandingkan antara bekerja digaji dan bekerja wiraswasta. Tentulah wiraswasta yang setiap hari tetap berpenghasilan lebih banyak pendapatannya. Namun, karena aku masih fresh graduate, aku masih mengedepankan pengalaman. Barulah jika dirasa pengalaman sudah cukup, aku bisa membangun usaha sendiri.
 
That's all, ini pengalaman pertamaku melamar kerja. Cukup menegangkan dan menarik, semoga ke depannya bisa lebih menunjukkan sisi terbaikku saat melamar kerja selanjutnya. Aamiin.
Untuk yang belum keterima kerja, jangan pantang menyerah. Terus perbaiki diri yang masih kurang! And keep developing!
Share:

Followers

Search This Blog

Embun yang Dingin / Lautan Cinta

  Berikut ada 14 bagian masa-masa Lay Zhang bersama EXO: Panas yang Hebat / Pertama kalinya aku diatas panggung Akhir dari Panas / Api Embun...

Daily Blogger Pro Review Competition

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.